Growth Hacking

Mengelola & Tahapan Ekspansi Bisnis Internasional


Ekspansi bisnis internasional atau lebih dikenal dengan istilah going global dapat memberi peluang bisnis yang lebih besar, basis konsumen yang lebih luas, dan pasar baru yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan peluang yang lebih tinggi bagi bisnis yang sedang berkembang.

Namun, walaupun menjanjikan peluang profit tinggi, prosesnya yang tak mudah membuat banyak pelaku bisnis gagal ketika mencoba. Umumnya karena persiapan yang kurang matang dan juga kurang memadainya pengetahuan tentang bagaimana lanskap bisnis internasional.

Jika banyak di antara anda, para pelaku bisnis  yang saat ini sedang mencari tahu tentang bagaimana cara mengembangkan bisnis dan bagaimana cara mengelola bisnis internasional, simak panduan tahapan ekspansi bisnis berikut ini.

Cara Mengelola dan Ekspansi Bisnis Internasional

Penting bagi anda para pelaku bisnis yang berniat melakukan ekspansi untuk memiliki pemahaman mendalam tentang lanskap pasar Global. Tak hanya mengenai hal yang berkaitan dengan bisnis (seperti kompetitor) tetapi juga tentang situasi politik, hukum, budaya dan ekonomi negara tersebut. Dan berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan.

1. Menganalisa Dampak Bisnis

Pahami secara mendalam, tentang dampak ekspansi bisnis yang anda pilih, agar dapat mengantisipasi segala risiko yang mungkin terjadi. Caranya dengan menganalisis beberapa hal sebagai  berikut :

  • Analisa segmentasi pasar untuk menentukan apakah produk Anda akan laku di pasar global. Untuk hal ini anda bisa bekerjasama dengan perusahaan survey. Biasanya perusahaan luar negri juga selalu melakukan ini sebelum masuk ke pasar Indonesia untuk mengetahui lebih dalam mengenai lanskap bidang tersebut di Indonesia.
  • Analisa ketersediaan produk atau jasa di pasar lokal negara target.
  • Analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats) terhadap persaingan karena mungkin produk Anda akan lebih mahal dibandingkan produk lokal. Apakah pasar akan membeli produk Anda. Ketahui seberapa besar ukuran pasar dan berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mencapai target penjualan.

2. Merancang Strategi Bisnis

Anda harus merancang strategi bisnis jangka pendek, menengah, dan panjang yang mencakup tujuan, sasaran, dan matriks keberhasilan bisnis. 

Ingat, target yang masuk akal lebih dapat menentukan progress, manfaat dan biaya yang efisien dan efektif. Pastikan strategi anda berfokus pada USP (Unique Sales Point) bisnis anda.

Konsep-konsep yang harus ditentukan dalam strategi bisnis yaitu produk, promosi, lokasi dan harga.

3. Membentuk Tim Beachhead

Strategi beach-head terinspirasi dari strategi militer yang memiliki arti, strategi untuk memenangkan daerah perbatasan kecil yang dijadikan benteng dahulu baru setelahnya menguasai seluruh wilayah. Daerah perbatasan kecil tersebut disebut juga tempat berpijak.

Pada bisnis internasional, strategi ini diartikan  sebagai pemfokuskan sumber daya bisnis anda dalam area pasar kecil sebuah negara (umumnya daerah pintu masuk yang memiliki kategori produk atau segmen pasar yang terbatas) untuk dikuasai sebelum mendominasi seluruh pasar di negara tersebut.

Seperti yang kita ketahui, biasanya beberapa perusahaan membentuk tim sejak awal, dengan cara merekrut para eksekutif dari perusahaan induk. Hal ini dinilai memakan waktu, berisiko dan tidak efisien.

Sementara, membentuk tim beachhead (yang sifatnya sementara) dengan menunjuk eksekutif senior dengan keahlian mendalam (dari perusahaan pusat) sebagai pimpinan dan melakukan outsourcing pegawai melalui penyedia layanan lokal (negara target ekspansi),  telah terbukti memungkinkan perusahaan membangun landasan bisnis (seperti infrastruktur keuangan) lebih cepat.

Nah, disaat tim beachhead bekerja itulah, perusahaan induk dapat membentuk tim permanen secara lebih maksimal.

4. Menyiapkan Produk atau Jasa

Berdasarkan data analisa pasar yang dilakukan di tahap awal, mulailah melakukan persiapan produk atau jasa yang akan dipasarkan di negara target ekspansi.

Ketahui peraturan khusus pemerintah negara target ekspansi, khususnya tentang industri,  untuk memastikan kepatuhan hukum dan perolehan sertifikasi yang dibutuhkan.

Pastikan brand anda dapat diterjemahkan dengan baik dalam bahasa lokal dan jangan lupa memeriksa tentang hak cipta, paten dan merek dagang di sana. Jangan sampai anda melakukan pelanggaran Hak Cipta.

Lakukan pengujian kualitas produk atau jasa yang ditawarkan berdasarkan standar lokal.Tentukan jaringan logistik dan distribusi lokal dan tetapkan model penjualan anda, apakah langsung, tidak langsung, OEM, distributor atau hybrid.

5. Menyiapkan Organisasi Perusahaan

Perbedaan budaya, bahasa, dan peraturan di negara target mengharuskan perusahaan untuk lebih fleksibel dalam kebijakan dan prosedur yang diterapkan di perusahaan. Jadi, kembangkan kebijakan dan prosedur melalui buku pegangan yang mematuhi persyaratan lokal sambil menjaga keseimbangan dengan kebijakan perusahaan pusat.

Pastikan seluruh karyawan terlibat dalam proses evaluasi strategi bisnis agar segala hal dapat dieksekusi dengan baik.

Kembangkan infrastruktur teknologi informasi lokal yang kompatibel dengan infrastruktur perusahaan Anda. Mengelola sistem upah dan sumber daya manusia (outsourcing) berdasarkan standar dan kebiasaan setempat.

6. Memastikan Kesiapan Hukum

Sangat penting diingat,  kepatuhan atas hukum (seperti legalitas izin usaha dan sertifikasi) saat melakukan ekspansi bisnis internasional dapat meminimalkan risiko komersial yang mungkin terjadi.

Pahami aturan ekspor-impor dan jalin kerjasama dengan layanan korporat umum seperti pihak yang berwenang dalam penyelesaian sengketa, imigrasi dan bea cukai.

Simpan segala dokumen legalitas dengan aman, karena ini nantinya pasti akan sangat dibutuhkan.

7. Kesiapan Pajak dan Keuangan

Persiapkan anggaran bisnis dengan baik (mulai dari pedoman anggaran, rencana, penyusunan sampai pelaksanaan anggaran).

Persiapkan infrastruktur pajak yang tepat sejak dini untuk dapat memastikan bahwa anda melaksanakan kewajiban pajak dengan tepat waktu dan bahwa anda mematuhi kebijakan dan prosedur perusahaan yang berlaku di negara tersebut.

Menjalin kerjasama dengan perbankan lokal dan mengembangkan rencana manajemen risiko juga sangat penting, terutama soal risiko perubahan nilai tukar uang yang merugikan.

8. Mengikuti Berbagai Program

Pemerintah sendiri sekarang ini lagi gencar-gencarnya untuk menumbuhkan semangat para pelaku UKM untuk go international. Banyak program yang sudah disiapkan pemerintah, salah satunya adalah PPEI (Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia).

PPEI sendiri merupakan sebuah progran yang disiapkan oleh pemerintah yang bekerjasama dengan banyak pihak profesional untuk membentuk kurukulum ekspor yang komperhensif sehingga diharapkan dapat membantu banyak pihak.

Beberapa hal yang dilakukan terhadap pelatihan ini adalah memberikan edukasi terkait pengisian dokumen bisnis, magang, mengetahui role play, studi kasus, dan masih banyak lagi lainnya.

Tips Bersaing di Pasar Global

Sebagai tambahan informasi, ada 3 tips yang dapat anda lakukan agar perusahaan anda dapat unggul bersaing dalam kompetisi bisnis internasional, yaitu :

A. Pemanfaatan Lokasi

Pemanfaatan lokasi tertentu didasarkan pada alasan seperti :

  • biaya produksi yang harus dikeluarkan disana lebih murah
  • tersedia banyak tempat pelatihan kerja
  • memiliki kapasitas sumber daya yang berlimpah
  • memiliki basis konsumen yang lebih besar.

B. Pemanfaatan Sumber Daya

Pemanfaatan sumber daya dapat menunjang pertukaran kompetensi secara umum dan spesifik serta meningkatkan kemampuan kompetitif untuk memperoleh keuntungan yang berkelanjutan.

C. Pemanfaatan Koordinasi Aktivitas Perusahaan Lintas Negara

Pemanfaatan koordinasi aktivitas perusahaan lintas negara dapat menunjang pengelolaan sumber daya dalam bingkai teknologi informasi untuk mengembangkan bisnis secara efektif dan efisien.

Ekspansi bisnis bukan untuk pelaku bisnis bermental lemah. Potensi pasar yang luas memiliki risiko bisnis yang tinggi juga. Jadi berhati-hatilah dalam melaksanakan tahapan ekspansi bisnis, anda harus cermat memanfaatkan peluang yang ada.

Jika anda dapat berhasil mengembangkan bisnis internasional, itu menandakan produk atau jasa anda memiliki standar kualitas dan kemampuan bersaing yang tinggi dibandingkan produk atau jasa lain.Satu lagi, selalu amati pergerakan, manfaatkan momentum dengan baik atau anda akan kehilangan kesempatan.

Ikuti Konten Menarik KAMI

Growth Hacking
+7 Contoh Strategi Marketing Terbaik 2020 [Pemasaran]
Kekayaan Intelektual
10 Contoh Hak Paten Teknologi di Indonesia dan Luar Negri
Growth Hacking
Mendorong Organic Growth Sebuah Perusahaan [+CONTOH]
There are currently no comments.