Siapa yang tidak kenal marketplace shopee? Bisa dibilang ini adalah salah satu marketplace yang memiliki basis pengguna cukup banyak di Indonesia, salah satunya segmen ibu-ibu berkat promo gratis ongkos kirim yang dari awal sukses membuat banyak orang menggunakan platform yang satu ini. Indonesia memang sudah memiliki tokopedia sebagai salah satu marketplace karya anak bangsa, namun tidak ada salahnya bukan jika kita belajar dari marketplace lainnya?

Dalam artikel ini kami akan mengajak kamu untuk mengenal sejarah shoppe dari awal berdiri sampai sekarang yang ternyata sudah pernah berganti bisnis model. Dari pada penasaran seperti apa shopee lahir, yuk kita simak ulasannya dibawah ini.

Sejarah Berdirinya Shopee

Sejarah Shopee yang selama ini kita kenal sebagai marketplace yang sangat rajin untuk melakukan promo ini diketahui berdiri pada tahun 2015 di Singapura. Tidak hanya berfokus dinegara dimana ia di inisiasi, ternyata shopee memiliki ambisi yang sangat besar yang pada akhirnya melakukan ekspansi ke berbagai negara dimulai dari negara tetangganya Indonesia dan Malaysia, Thailand, Taiwan, Filiphina, sampai dengan Vietnam.

Baca Juga: Mengenal Shareit sebagai Aplikasi File Transfer

Marketplace dengan warna orange ini memiliki dua toko kunci yakni Forrest Li dan Chirs Feng, yang bisa dibilang adalah orang dibalik keberhasilan shopee. Perlu kamu ketahui bahwa sebenarnya pada awal berdirinya shopee tidak mengambil bisnis model seperti yang ada sekarang ini. Mereka lebih suka menjalankan marketplace dengan sistem C2C atau Customer ke Customer seperti layaknya Tokopedia dan Bukalapak.

Seiring berjalannya waktu, Shopee mencoba untuk menjalankan bisnis model lain yang juga mereka gunakan hingga saat ini, yaitu Hibrid C2C dan juga B2C, yang ditandai dengan adanya Shopee Mall. Shopee Mall sendiri adalah kumpulan dari toko-toko yang dipilih secara khusus oleh shopee dengan mempertimbangkan produk yang mereka jual sampai pelayanan yang diberikan kepada konsumen.

Shopee adalah salah satu marketplace yang mencatatkan perkembangan signifikan dari tahun ke tahun. Selang dua tahun setelah shopee lahir, yakni pada tahun 2017 ia sudah mendapatkan pengguna yang sangat banyak. Pada saat itu, aplikasi dari Shopee sudah di download sebanyak 80 juta kali. Tidak hanya jumlah unduhannya saja yang naik signifikan, jumlah produk yang tersedia di Shopee juga tidak kalah banyak, yakni sekitar 180 juta produk.

Jumlah pengguna naik, produk yang dijual juga semakin beragam berhasil membawa shopee pada Q4 tahun 2017 mencatatkan nilai GMV (perdagangan bruto) US$1,6 millar. Jika dibandingkan dengan nilai perdagangan bruto yang diraihnya pada tahun 2016, perolehan pada tahun 2017 ini berhasil naik sangat signifikan, yakni sebesar 206%.

Hal yang sama juga terjadi pada tahun berikutnya, yakni tahun 2018. Pada tahun ini shopee berhasil memperoleh perdagangan bruto senilai US$2,7 milliar. Secara prosentase, kenaikan memang tidak sebesar pada tahun 2017, namun bukan berarti itu kecil. Pada tahun 2018 shopee berhasil menaikkan GMV nya mencapai 153%.

Keberhasilan shopee sebagai marketplace sebenarnya tidak hanya terjadi di negara dimana ia dibuat. Shopee secara nyata berhasil meraih beberapa prestasi di negara lain seperti Indonesia dan juga Malaysia.

Di Indonesia misalnya, data dari sebuah survei yang dilakukan oleh TheAsianParent pada tahun 2017 mencatatkan shopee sebagai salah satu marketplace yang sangat disukai oleh ibu-ibu di Indonesia dengan memperoleh nilai mencapai 73%. Sedangkan tokopedia pada saat itu hanya bisa mencapai angka 54% saja.

Begitu juga dengan pencapaian yang berhasil diperoleh oleh Shopee di Malaysia, ia berhasil menjadi situs jual beli online dengan trafiict terbanyak nomor 3, ia berhasil mengalahkan kompetitornya yakni Lelong, bahkan shopee di Apps Store juga berhasil menjadi aplikasi terbaik, yang sebelumnya dipegang oleh Lazada.

Baca Juga: Mengenal Workplace dan Fiturnya

Seperti tidak mau kalah dengan supper apps lain layaknya gojek, pada tahun 2020, tepatnya dibulan April shopee merambah bisnis baru dengan menghadirkan layanan makanan delivery order layaknya yang dilakukan grab dengan grabfood, dan juga gojek dengan gofood. Selain itu, hal lain yang dilakukan oleh shopee adalah membuat dompet digital yang kini kita kenal sebagai shopeepay.

Bukan marketplace pertama di Asia Tenggara memang, namun dengan pengelolaan yang matang dan terencana berhasil membuat shopee dikenal dan digunakan, yang kemudian dikenal sebagai salah satu marketplace ternama di Asia Tenggara bersaing dengan tokopedia yang kini bergabung dengan GOTO yang satu organisasi dengan Gojek.

Write A Comment